Posts

Showing posts with the label Wawancara

Masyarakat Tinggalkan Stigma

Image
Kesehatan HKJS 2016 Berharap Masyarakat Tinggalkan Stigma FOTO: Rengganis Talaudhita Widyarini Antusiasme masyarakat untuk mengikuti Jalan Sehat sebagai salah satu acara yang diadakan di bundaran pintu gerbang Monumen Nasional (Monas) – Patung Kuda Indosat, Jakarta Pusat dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2016 yang mengusung tema “ Dignity in Mental Health”. “Stop stigma, hapuskan diskriminasi dan kembalikan martabat kesehatan mental mereka...,” demikianlah kutipan video gerak yang diputar dalam acara pembukaan “ Walk The Talk 2016” di bundaran pintu gerbang Monumen Nasional (Monas) – Patung Kuda Indosat, Jakarta Pusat, Minggu (9/10) pagi, dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2016. Menurut World Federation for Mental Health di tahun 2016, satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan jiwa pada satu waktu dalam hidupnya dan setiap 40 detik di suatu tempat di dunia terdapa...

Kurang Inisiatif Jadi Budaya

Image
Ilustrasi. Foto : Gallery Google Kurang Inisiatif Jadi Budaya Seorang pengusaha dari Connecticut, Amerika, Bo Bennett, mengatakan, “Tanpa inisiatif, pemimpin hanyalah pegawai yang diberi jabatan untuk memimpin.” “Ada yang ingin coba mengerjakan di depan?”, “Ada yang ingin jadi ketua?”, “Ada yang dapat menggantikan saya dulu?”, “Ada yang bersedia memimpin rapat?”, “Ada yang ingin membacakan untuk semua?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut rasanya tentu pernah kita dengar. Tapi, biasanya berapa banyak sih yang mau merespons pertanyaan di atas dengan “Ya, saya mau!” atau tunjuk jari? Jujur, di budaya kita masih belum umum kalau orang berebut tunjuk jari mau jawab satu pertanyaan, apalagi kalau itu tidak ada hadiahnya. Biarpun tahu atau “sepertinya” tahu jawabannya, ada rasa ragu untuk menjawab. Pikiran “Bagaimana kalau salah?”, “Bagaimana kalau saya ditertawakan karena salah?”, hingga “Nanti disangka sombong atau sok pinter lagi,” kerap muncul dan jadi alasan kita tidak mau...

Proses Penyajian Berita Depok Pos

Proses Penyajian Berita Depok Pos Secara umum, manajemen media online sama saja dengan media lainnya seperti media cetak atau media elektronik. Yang membedakan hanya sarana yang digunakan. Kalau media cetak menggunakan sarana konvensional seeperti kertas dan media elektronik menggunakan channel radio atau TV, maka media online menggunakan sarana internet. Proses pra produksi juga sama, yang dipersiapkan untuk media online utamanya adalah legalitas sebuah perusahaan media. Depok Pos dalam hal ini memiliki legalitas Perseroan Terbatas (PT). Setelah legalitas ada, kemudian membangun website -nya. Umumnya perusahaan media menggunakan jasa web developer untuk membangun website . Namun Depok Pos mempunyai tim IT sendiri untuk develop sekaligus maintenance harian. Setelah website terbangun, kerja jurnalistik bisa dimulai yang diawali dengan rekruitmen tim jurnalis yang terdiri dari redaktur (editor), reporter, dan fotografer. Setelah semua terpenuhi, kerja jurnalistik bisa langsung...