Analisis Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan
Analisis Jurnalistik dan Sastra/Jurnalistik Sastrawi Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan Oleh Alfian Hamzah Dalam judul cerita ini ada kata “Kusekolahkan”. Jika membacanya baik-baik, pembaca akan mengetahui maksud dari kata tersebut. Makna kata itu dijelaskan secara tersirat di bagian tengah cerita. Tentara Indonesia memakai istilah “sekolah” dalam “melenyapkan” musuhnya, anggota GAM (Gerakan Aceh Militer) yang tertangkap. Seperti kisah yang ditulis Chik Rini, Alfian Hamzah juga mneggunakan ALUR maju atau progresif. Alur yang dipilih memang alur maju yang dipecah dengan beberapa sub tema seperti “Punya Pengawal”, “ Markas Burung “, “Bukit Tengkorak”, “Masuk Kolam Ikan”, dan sebagainya. Di setiap sub tema menceritakan kisah yang berbeda-beda, tapi tetap menjadi satu kesatuan. Ia menggunakan kata ganti orang pertama, saya, dalam menceritakan kisah ini. Tema dari kisah ini tak jauh berbeda dengan “Sebuah Kegilaan di Simpang Kraft” , masih berkaitan dengan GAM (Gerakan Ac...