Abu-Abu
Abu-Abu Ilustrasi. Foto: Galeri Google Oleh Kaspriliani “Sendirian saja?” Kaget. Pasalnya, aku sedang duduk di tangga sambil memainkan ponselku. Sendirian. Aku sedang menunggu teman-temanku yang menjalankan rutinitas agama mereka. Ketika aku mengangkat wajahku, aku melihat laki-laki tinggi yang mengenakan kaus abu-abu, kaus berkerah. Ia mengenakan celana jeans serta ransel hitam di punggungnya dan ada jaket yang ia sampirkan di tali tas sebelah kirinya. Ia muncul dari balik tembok. Aku segera menengok ke atas, siapa tahu di belakangku ada orang yang sedang menuruni tangga. Tapi, ternyata tidak ada. Kakinya tak berhenti melangkah. Mungkin karena tak kunjung kujawab, ia terus berjalan untuk menuruni tangga. *** “Hah, hah, hah,” aku berjalan terburu-buru. Aku takut terlambat mengikuti ibadah yang biasa diadakan setiap Kamis sore, setelah kegiatan perkuliahan. ‘Wah, sudah banyak sepatu,’ kata...